Minggu, 21 Agustus 2016

Ini Sebab Terbang ke Indonesia Timur Lebih Mahal dari Luar Negeri

Berkembangnya industri maskapai penerbangan di Indonesia kurang diimbangi dengan keterjangkauan harga tiket, terutama untuk penerbangan ke Indonesia bagian timur. Bahkan harga tiket penerbangan ke luar negeri jauh lebih murah dibandingkan dalam negeri. Mengapa demikian?



Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Maryati Karma menjelaskan, mahalnya harga tiket ke Indonesia Timur dibandingkan luar negeri seperti Singapura dan Malaysia akibat dua faktor.

"‎Paling utama ya karena harga tiket pesawat itu kan dihitung berdasarkan per kilometer jarak tempuh, makanya kenapa ke Papua itu lebih mahal," kata Maryati saat berbincang denganLiputan6.com, Rabu (10/8/2016).

Sedangkan faktor selanjutnya adalah jenis pesawat. Jika sebuah maskapai menggunakan pesawat yang tidak hemat bahan bakar, maka dipastikannya harga tiket sedikit lebih mahal.

Maryati menambahkan, meski harga tiket penerbangan ke beberapa wilayah Indonesia bagian timur lebih mahal, Kemenhub tetap mengendalikan dengan menerapkan batas atas dan batas bawah.

Penerapan batasan tarif tersebut komponen utamanya juga berdasarkan harga bahan bakar minyak (BBM), dalam hal ini harga Avtur. Jika harga minyak turun, maka Kemenhub juga akan menurunkan tarif batas atas dan bawah.

Dia mengaku sebagai regulator, Kemenhub tidak bisa mengintervensi supaya harga tiket ke Indonesia timur lebih terjangkau, karena itu berkaitan dari sistem bisnis sebuah maskapai.

"Kalau harga tiketnya, kita sudah turunkan batas atas dan batas bawahnya 5 persen, itu semata-mata karena harga minyak dunia juga turun kan," tegas dia. 

Saat ini, harga tiket maskapai Garuda Indonesia untuk rute penerbangan Cengkareng-Jayapura dibanderol seharga Rp 2-3 juta ‎per orang. Sedangkan penerbangan ke Singapura dan Kuala Lumpur hanya sekitar Rp 500 ribu - 1 juta per orang. (Yas/nrm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar