Selasa, 14 Juni 2016

Regulator Penerbangan Malaysia Tutup Rayani Air



Beberapa bulan setelah menangguhkan izin terbang, regulator penerbangan Malaysia menutup Rayani Air, maskapai penerbangan sesuai syariah pertama di negeri itu. Izin terbang Rayani Air sempat ditangguhkan melanggar aturan penerbangan.

Maskapai ini sebenarnya baru diluncurkan Desember lalu, di mana mereka mewajibkan para pramugari muslim mengenakan jilbab, menyajikan makanan halal, dan melarang konsumsi alkohol selama penerbangan.
Departemen Penerbangan (DCA) mencabut Sertifikat Operator Penerbangan Rayani Air setelah “pemeriksaan administrasi dan audit keamanan”.
April lalu, DCA mulai melakukan penyelidikan menyusul keluhan dari para penumpang dan pemerintah atas penundaan dan pembatalan penerbangan pada detik-detik terakhir.
Bulan lalu para pilot Rayani Air, yang mengoperasikan dua unit pesawat Boeing 737-400, juga melakukan aksi mogok kerja karena upah mereka belum dibayarkan, kian merusak citra maskapai itu.
Direktur Jenderal DCA Azharuddin Abdul Rahman mengatakan pemerintah memutuskan menutup Rayani Air karena “keselamatan dan keamanan industri penerbangan sangat penting.” Keputusan itu muncul dua tahun setelah Malaysia mengalami dua bencana penerbangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar